adaaja Blog

—-Merebut Hati Calon Mertua—-

Posted on: 22 Maret 2010

Anda tak perlu merasa cemas saat akan diperkenalkan kepada orang tua kekasih Anda. Pokoknya, asal mengetahui cara berkomunikasi yang tepat, ‘klop’ dengan calon mertua bukan lagi sekadar impian. Pengalaman Nadia Mulya, Adija , Farah Fauzia dan Sri Mayani adalah buktinya.

Kapan kekasih memperkenalkan Anda pada keluarganya?

Nadia Mulya, 25, model dan presenter : Setelah kami berpacaran satu bulan.

Adija: Cepat sekali! Seminggu resmi berpacaran, saya diajak berkenalan dengan orang tuanya.

Farah: Sebulan setelah kencan resmi.

Sri: Tiga bulan setelah berpacaran.

Pertama kali bertemu calon mertua, bagaimana rasanya?

Nadia: Kaget dan tegang. Untung ayah dan ibunya sangat ramah.

Adija, 27, staf bagian kredit: Deg-degan. Syukur keluarganya sangat terbuka dan welcome.

Farah: Sempat takut pada awalnya. Tapi, setelah kenal, mereka ternyata sangat ramah.

Sri: Tegang. Kenyataannya, mereka sangat ramah, bahkan ayahnya doyan ngobrol.


Akrabkah hubungan Anda dengan calon mertua?

Nadia: Tentu, apalagi kini sedang dalam masa persiapan perkawinan. Enaknya, kedua calon mertua saya tipe ekstrover, sehingga selalu ramai kalau bertemu.
Adija: Ya. Setiap minggu saya menyempatkan diri mampir untuk bertemu kedua orang tuanya.
Farah: Sangat akrab. Saya sering menemani ibunya berbelanja.
Sri: Cukup akrab, meski frekuensi pertemuan saya dengan mereka agak jarang.

Trik Anda mendekatkan diri pada keluarga pasangan?
Nadia: Tak ada trik khusus. Paling-paling, jika berkunjung ke rumah kekasih, saya membawa makanan favorit calon mertua.
Adija: Berusaha memberi perhatian dan mencari tahu apa yang mereka sukai.
Farah Fauzia, 26, wiraswasta: Mencari tahu karakter mereka.
Sri: Banyak bertanya kepada kekasih mengenai berbagai hal yang disukai orang tuanya.

Kalau bertemu calon mertua, ngobrol tentang apa?
Nadia: Karena pernah sama-sama tinggal di Amerika, kami sering membicarakan saat-saat di sana.
Dija: Karena persiapan pernikahan, kami lebih banyak bicara detail acara.
Farah: Yang pasti, bukan mengenai masalah serius. Lebih sering guyon dan ngebanyol.
Sri: Biasanya, saat mengobrol, ibunya memberi masukan mengenai sifat-sifat kekasih saya.

Lebih akrab bercakap-cakap dengan ayah atau ibu kekasih?

Nadia: Lebih cepat dekat dengan ayahnya, karena karakter beliau yang ramai dan ekstrover.
Dija: Awalnya, saya kikuk bertemu ayahnya. Tapi, langsung akrab dengan ibunya.
Farah: Saya lebih grogi menghadapi ibunya, karena saat perkenalan, beliau lebih banyak diam.
Sri Mayani, 25, costumer service: Di awal pertemuan, saya dipenuhi bayangan sosok ayah mertua yang pendiam dan garang. Belakangan, ternyata ayahnya justru suka sekali mengajak bicara.

Pentingkah restu calon mertua untuk hubungan Anda?

Nadia: Penting sekali, saya pun ingin pasangan saya dekat dengan keluarga saya.

Dija: Sangat. Membina hubungan tak hanya dengan calon suami, juga keluarganya.

Farah: Ya. Pernikahan bukan hanya berdua, tapi berpadu menjadi satu keluarga besar.

Sri: Tentu. Persetujuan dan akrab dengan calon mertua itu hukumnya wajib.

from :http://www.femina-online.com/issue/issue_detail.asp?id=34&cid=1&views=166
tenkyu
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

"TAMU"

  • 177,514 pengunjung
T

Tanggal Hari ini :

Maret 2010
S S R K J S M
    Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
T

“ARSIP” disini :

–“MENU KATEGORI “dibawah cini :–

TE OPE DAH :

JEPRETTT….:

BAGIKAN:

Potensi perikanan di republik ini sungguh sangat berlimpah di perairan darat maupun di lautan, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Karena kebokbrokan mental aparatur negara hasil perikanan laut kita terkuras oleh 'ilegal fishing' -nyaris sama seperti hutan kita yang gundul oleh 'ilegal logging', semuanya hanya dinikmati sekelompok rakus yang tidak memikirkan kemajuan bangsa bersama. Bundel kliping info perikanan ini semoga dapat menghimpun segala informasi untuk menggugah masyarakat luas akan urgensi penyelamatan potensi perikanan nasional khususnya perikanan laut agar tetap lestari bagi kemakmuran anak cucu kita.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 14 pengikut lainnya.


document.write(unescape("%3Cscript src=%27http://s10.histats.com/js15.js%27 type=%27text/javascript%27%3E%3C/script%3E")); try {Histats.start(1,1126671,4,204,260,30,"00011111"); Histats.framed_page(); Histats.track_hits();} catch(err){}; free web tracker

BLOG YANG TERKAIT :

onelektro.blogspot.com



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: